Etika vs Profit: Financial Consultant Harus Dahulukan yang Mana?

September 30, 2026
Zenal Muttaqin

Jakarta — IARFC Indonesia mengangkat salah satu dilema penting dalam profesi financial consultant melalui sesi diskusi panel bertajuk “Ethics dan Profit, Mana Didahulukan?”

Diskusi menghadirkan Safir Senduk, RFC®, Ketua Dewan Etik IARFC Indonesia, serta Febiola Aryanti, RIFC®, Dewan Pakar Syariah IARFC Indonesia. Sesi dipandu oleh Martha Sanjaya, RFA®, Head of Membership IARFC Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, para panelis membahas tantangan yang kerap dihadapi financial consultant ketika kepentingan bisnis berhadapan dengan kebutuhan terbaik bagi klien.

Safir Senduk menekankan bahwa profit tanpa etika tidak akan memberikan keberlanjutan dalam jangka panjang. Menurutnya, kepercayaan klien dibangun melalui integritas dan harus dijaga sepanjang perjalanan profesional.

Sementara itu, Febiola Aryanti menegaskan bahwa etika dan integritas harus menjadi prioritas. Profit tetap dapat berjalan beriringan selama praktik profesional dilandasi prinsip keadilan, transparansi, dan kepentingan klien.

Diskusi ini menegaskan bahwa etika dan profit bukan dua hal yang harus selalu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama apabila financial consultant menempatkan profesionalisme, transparansi, dan kepercayaan sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

Bagi seorang financial consultant, keuntungan mungkin menjadi bagian dari keberlangsungan bisnis, tetapi kepercayaan klien menjadi fondasi yang menentukan keberlanjutan karier.

Lalu, menurut Anda, mana yang harus didahulukan: etika atau profit?

Hubungi Kami

Pesan alert di sini