The Fed Pangkas Bunga, Ada Peluang BI Rate Ikut Turun?
Selisih suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga The Fed selalu menjadi perhatian investor dan pelaku ekonomi, karena hal tersebut menjadi salah satu variabel penting dalam arus modal.
Hingga November 2025, selisih suku bunga BI dengan suku bunga The Fed adalah 75 basis poin, karena BI Rate berada di level 4,75%. Setelah turunnya Fed Fund Rate menjadi 3,75%, spread dengan BI Rate bisa menjadi 100 basis poin apabila suku bunga Bank Indonesia tidak turun pada bulan ini.
Para ekonom memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75% dalam RDG BI Desember 2025. Analisis BI diramal tahan suku bunga tercermin dari konsensus proyeksi suku bunga BI para ekonom yang dihimpun oleh
Data
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (
Baca Juga
"Mengingat fokus BI masih menjaga rupiah, di tengah prospek ekonomi domestik yang terus membaik," ujarnya kepada
Senada, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (
Data pertumbuhan kredit per Oktober 2025 yang stagnan di level 7,36% (
"Artinya, BI saat ini bisa memilih untuk menahan bunga sambil melihat transmisi dari insentif. Langkah ini menyediakan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas
Pendapatan berbeda disampaikan oleh Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana. Dia melihat adanya kemungkinan
Fikri pun mengharapkan BI memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50%. Dia menyoroti momentum penurunan suku bunga The Fed pekan lalu yang telah membuat Rupiah cenderung stabil dan terapresiasi.
Menurutnya, selisih (
"Risiko global, baik geopolitik dan trade war sudah menurun. Kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik lebih lanjut menjadi penting," kata Fikri kepada
Selain itu, Fikri menilai inflasi domestik masih terjaga, dengan catatan tidak ada guncangan pasokan (
The Fed Isyaratkan Tahan Pemangkasan Suku Bunga pada 2026
Federal Reserve (
Dilansir dari
"Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian lanjutan atas target suku bunga federal funds, Komite akan menilai secara cermat seluruh data yang masuk," tulis FOMC dalam pernyataan resminya, dilansir dari
Bahasa yang digunakan tersebut sebelumnya kerap menjadi sinyal jeda kebijakan moneter, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan.
Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan pihaknya telah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sejak September dan 175 basis poin sejak September tahun lalu, sehingga level suku bunga saat ini telah berada dalam kisaran luas estimasi nilai netral.
Menurutnya, The Fed saat ini berada pada posisi yang baik untuk menunggu dan melihat bagaimana perkembangan ekonomi ke depan. Dia juga menegaskan kebijakan moneter tidak mengikuti jalur yang telah ditentukan.
"Setiap keputusan akan diambil rapat demi rapat," katanya.
Perbedaan Pandangan
Perbedaan pandangan (
Dalam pernyataan Oktober 2025 lalu, FOMC menyebutkan faktor-faktor yang akan dipertimbangkan dalam menilai penyesuaian tambahan atas suku bunga acuan. Namun, pada pernyataan Rabu (10/12/2025) ini, FOMC kembali menggunakan redaksi yang pertama kali dipakai Desember 2024, tepat sebelum jeda pemangkasan suku bunga, yakni mempertimbangkan sejauh mana dan waktu penyesuaian kebijakan selanjutnya.
Keputusan tersebut menjadi yang pertama sejak 2019 ketika tiga pejabat memilih untuk tidak sejalan dengan keputusan mayoritas, dengan penolakan datang dari dua arah berbeda dalam spektrum kebijakan moneter.
Dua presiden Fed regional, yakni Austan Goolsbee dari Chicago dan Jeff Schmid dari Kansas City, menolak keputusan pemangkasan dan memilih mempertahankan suku bunga.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Stephen Miran, yang ditunjuk Presiden Donald Trump pada September 2025 lalu, kembali menyatakan
Sumber : Bisnis.com