Harap Tunggu ...

Saham BBCA Diserbu Investor Muda Usai Stock Split

October 14, 2021 | Zenal Muttaqin

Jakarta - Ajaib Sekuritas mencatat kenaikan frekuensi transaksi saham Bank BCA (BBCA) usai melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Kenaikannya bahkan berpuluh-puluh kali lipat.

"Kenaikan frekuensi transaksi BBCA untuk tanggal 13 Oktober saja sebanyak lebih dari 35 kali lipat dibandingkan dengan rata-rata frekuensi transaksi harian bulan lalu," tulis Ajaib Sekuritas dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10/2021).

Pada hari pertama stock split, saham BBCA ditutup di harga Rp7.525, menguat +2.73% dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa investor ritel milenial terlihat antusias dan memposting melalui Instagram Story mereka. Salah satunya adalah akun @arief.noviansyah

"Semoga melesat! Kapan lagi punya saham BBCA," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).


Ada juga akun Instagram @sundari_126 yang turut membagikan momen tersebut dengan memposting harga dari saham BanK BCA yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

"Wah BBCA sudah stock split dan bisa beli sahamnya dengan harga yang lebih terjangkau. Akhirnya sekarang bisa lebih dipermudah kepemilikannya," katanya.

Aksi pemecahan saham tersebut dilakukan BCA dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia dan menyasar investor ritel khususnya generasi muda yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal.

Selain itu, Stock split BBCA memberikan kesempatan lebih besar kepada investor ritel untuk memiliki sahamnya karena menjadi semakin likuid dan terjangkau. Semakin banyaknya investor ritel yang tertarik untuk memiliki saham ini menjadi suatu indikasi perkembangan pasar modal Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah single investor identification atau SID pada Agustus 2021 meningkat 69%. Hal tersebut didukung oleh perkembangan industri investasi ritel sebesar 132% yang didominasi oleh generasi muda dalam dua tahun terakhir.

Ajaib Sekuritas juga mencatatkan jumlah investor ritel saham yang telah mencapai lebih dari 1 juta investor pada September 2021.

Saham BBCA masih bertengger di urutan pertama dengan kapitalisasi pasar terbesar senilai Rp 918,37 triliun. BBCA bahkan berhasil menjadi juara dalam perolehan laba bersih terbesar di sepanjang semester I-2021 senilai Rp 14,45 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 18,10% dibandingkan dengan laba bersih di semester I-2020 yaitu sebesar Rp 12,24 triliun.

Sumber:Detikfinance

IARFC Indonesia
Hubungi Kami