Pengamat Hitung Merger Reasuransi BUMN Bisa Caplok 60% Pasar Domestik

July 06, 2025
IARFC Indonesia

Perusahaan tersebut terdiri dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau

Praktisi Manajemen Risiko dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahyudin Rahman menghitung kapasitas premi reasuransi yang bisa ditampung perusahaan reasuransi

"Premi reasuransi nasional saat ini diperkirakan mencapai Rp35–40 triliun per tahun. Jika

Dari sisi kapasitas, Wahyudin menghitung dengan modal gabungan sekitar Rp2,8–3 triliun pascapenyehatan, perusahaan hasil

"Angka ini tentu belum optimal, tetapi merupakan langkah awal penting menuju kemandirian reasuransi nasional. Terlebih jika entitas ini mampu mendapatkan peringkat kredit yang baik dan menjadi mitra andalan industri dalam negeri," tegasnya.

Baca Juga

Dengan cakupan pasar domestik yang diperkirakan akan mendominasi pasar, Wahyudin menilai peta persaingan pasar reasuransi dalam negeri jelas akan berubah.

Menurutnya, entitas hasil

"Namun,

Jika merujuk kondisi industri perasuransian sepanjang 2024, kapasitas industri reasuransi masih terbilang kecil dibanding retensi yang ada di asuransi. Dalam periode ini, premi bruto asuransi mencapai Rp545 triliun, sementara premi bruto reasuransi lokal hanya mencapai Rp24,4 triliun.

Kondisi tersebut membuat asuransi domestik masih bergantung pada reasuradur asing. Melihat kondisi ini, Wahyudin menilai urgensi peleburan tiga reasuransi pelat merah menjadi cukup penting, terutama dalam konteks defisit neraca pembayaran reasuransi yang terus melebar. 

Merujuk laporan keuangan tiga perusahaan reasuransi BUMN dalam periode 2024, Indonesia Re dan Tugure mencatatkan ekuitas positif, yakni masing-masing sebesar Rp2,52 triliun dan Rp1,52 triliun. Sebaliknya, Nasional Re mencatat ekuitas negatif, yakni Rp1,23 triliun. 

"Ini perlu menjadi perhatian serius.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini