Harap Tunggu ...

Mau Pakai Jasa Penasihat Keuangan? Simak Dulu 4 Hal Ini

April 20, 2021 | Zenal Muttaqin

Jakarta - Jasa penasihat keuangan tidak hanya untuk orang-orang kaya. Penasihat keuangan bisa digunakan siapa saja untuk mengelola kebutuhan dan anggaran sesuai tujuan Anda. Meskipun ada pilihan untuk menangani keuangan sendiri.

"Seorang penasihat dapat memberi Anda kejelasan tentang di mana Anda saat ini, di mana Anda ingin berada di masa depan dan bagaimana menjembatani ruang di antaranya," kata Perencana Keuangan juga Pendiri dan Presiden VivFi Planning, Andy Mardock dikutip dari CNN, Selasa (20/4/2021).

Namun, sebelum Anda memilih atau menggunakan penasihat keuangan ada beberapa hal yang perlu diketahui. Berikut empat hal yang perlu dipastikan sebelum menggunakan jasa penasihat keuangan.

1. Punya Tujuan Jelas

Penting untuk memperjelas apa yang ingin Anda hasilkan jika menggunakan jasa penasihat keuangan. Mulai dengan mencari tahu tujuan Anda sendiri, apakah menabung untuk masa pensiun atau membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik. Jangan lupa tanyakan kepada penasihat keuangan bagaimana mereka dapat membantu untuk mencapai tujuan Anda.

"Memperjelas tujuan keuangan Anda sangat membantu ketika memutuskan untuk menyewa penasihat keuangan," kata Perencana Keuangan Bersertifikat dan Presiden Asosiasi Perencanaan Keuangan Skip Schweiss.

Bahkan jika Anda baru memulai karier, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari jasa penasihat keuangan. Mereka dapat membantu Anda mengembangkan rencana pembayaran pinjaman pelajar atau lebih memahami paket tunjangan pekerjaan.

2. Lakukan Riset

Saat mencari penasihat keuangan, Anda harus riset terlebih dahulu. Sebab ada banyak jenis penasihat, termasuk perencana keuangan bersertifikat, agen asuransi, penasihat investasi terdaftar, pialang saham, dan banyak lagi. Ada juga robo-advisor yang memberikan nasihat keuangan virtual dan berbiaya rendah.

Coba untuk menghubungi keluarga dan teman guna mendapatkan rekomendasi penasihat keuangan. Tapi ingat semua rekomendasi bukanlah rekomendasi yang bagus. Pelajari lebih lanjut tentang riwayat peraturan dan kepatuhan calon penasihat dan verifikasi kredensial mereka.

Gunakan sumber dari Pencarian Tindakan Komisi Sekuritas dan Bursa atau Asosiasi Penasihat Keuangan Pribadi Nasional untuk melakukan riset. Anda dapat memeriksa latar belakang penasihat dan menemukan penasihat keuangan yang bersertifikat sesuai di mana Anda tinggal.

3. Ajukan Beberapa Pertanyaan

Setelah Anda mempersempit beberapa calon penasihat, ajukan beberapa pertanyaan seputar latar belakang hingga layanan yang akan diberikan penasihat keuangan kepada Anda.

Pertama, tanyakan mengenai jenis profesional keuangan apa. Nama penasihat biasanya akan diikuti dengan serangkaian inisial tiga atau empat huruf untuk menunjukkan sertifikasi mereka. Beberapa sertifikasi yang paling umum termasuk CFP (perencana keuangan bersertifikat), CFA (Chartered Financial Analyst) atau CFP (Akuntan Publik Bersertifikat).

Tapi selalu pastikan untuk menguatkan kredensial penasihat Anda. Hal itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencarian penasihat SEC atau program Pemeriksaan Pialang Otoritas Industri Keuangan (FINRA).

Kedua, tanyakan mengenai bayaran jasa penasihat keuangan Anda. Ada beberapa cara kompensasi penasihat keuangan, yakni sepenuhnya dibayar oleh klien yang mereka bantu, menerima biaya dari klien ditambah komisi untuk produk yang mereka jual.

Ketiga, tanyakan mengenai layanan yang akan diberikan penasihat keuangan kepada Anda. Keempat, tanyakan seberapa sering Anda akan mendapatkan rekomendasi keuangan dan berapa sering akan bertemu. Kelima, tanyakan bagaimana rencana investasi yang akan dilakukan oleh penasihat keuangan Anda.

4. Awasi Keuangan Sendiri

Jangan berasumsi setelah menyewa penasihat keuangan Anda tidak perlu mengawasi keuangan Anda sendiri. Penting untuk memahami tentang bagaimana investasi Anda yang dikelola dan penting secara berkala mengecek kemajuan keuangan Anda menuju tujuan awal Anda.

Jangan takut untuk berkonsultasi bagaimana mereka menambah nilai investasi Anda atau peluang potensial lainnya yang dapat menguntungkan keuangan, seperti cara untuk mengurangi utang atau mengurangi pengeluaran.

Sumber:DetikFinance

IARFC Indonesia