Lagi, Direksi Bank Mandiri (BMRI) Borong Saham, Sinyal Kuat Kinerja Positif?

December 16, 2022 | IARFC Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam sepekan, jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI kompak memborong saham perusahaan dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Terbaru, Direktur Corporate Banking Susana Indah Kris Indriati yang memborong 100.000 saham BMRI.

Transaksi yang dilakukan Indah menyusul sejumlah anggota direksi lain yang sebelumnya telah melaporkan rincian pembelian saham BMRI dalam sepekan terakhir.

Diantaranya adalah Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar, Direktur Informasi dan Teknologi Timothy Utama, Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo, serta Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin.

Bila ditotal, jumlah saham yang diborong oleh seluruh direksi BMRI belakangan tembus 575.900 lembar saham. Jika dihitung dengan menggunakan rata-rata nilai transaksi, total harga diperkirakan mencapai Rp5,75 miliar.

Dari kaca mata seorang analis, Arjun Ajwani selaku Research Analyst Infovesta Kapital Advisori mengatakan aksi direksi BMRI borong saham bisa menjadi sinyal mengenai adanya tanda yang sangat prospektif bagi saham BMRI ke depan.

Adapun dalam 5 hari terakhir, saham BMRI turun 0,75 persen menjadi Rp9.900. Sementara itu dalam 6 bulan terakhir atau sejak 16 Juni 2022 saham BMRi melesat 18,21 persen. 

Arjun memproyeksi, kinerja perbankan akan terdongkrak seiring dengan sentimen kenaikan suku bunga yang relatif masih tinggi.

"Dalam kondisi pasar saat ini yang sedang mengalami tren kenaikan suku bunga secara signifkan, justru bisa memberikan katalis positf terhadap emiten perbankan dengan modal solid sehingga dapat menerima manfaat kenaikan net interest margin," pungkas Arjun kepada Bisnis, Jumat (16/12/2022).

Arjum menambahkan, BMRI melaporkan peningkatan penyaluran kredit secara tahunan (year-on-year/yoy) sehingga potensi penerimaan pendapatan bunga juga akan tetap terjaga positif.

Secara lebih rinci, realisasi kredit Bank Mandiri pada kuartal III/2022 tercatat tumbuh 14,28 persen yoy mencapai Rp1.167,51 triliun.

Di samping itu, secara fundamental laba bersih Bank Mandiri pada kuartal III/2022 meningkat 59,4 persen atau mencapai Rl30,7 triliun dari Rp19,22 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Sementara itu himpunan dana pihak ketiga (DPK) BMRI hingga September 2022 tumbuh positif 12,13 persen yoy menjadi Rp1.361,30 triliun.

"Selain itu LAR mengalami tren penurunan sejak tahun 2020 dan kenaikan LCR rasio. Jadi menurut saya semua katalis maupun dari sisi kondisi pasar saat ini yang sangat kondusif untuk perusahaan perbankan besar dan dari sisi fundamentals BMRI prospek emiten tersebut sangat bagus untuk masa depannya," tutup Arjun.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini