Kinerja Investasi Diproyeksi Moncer Tahun Ini, Berikut Faktor Pendorongnya
Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi investasi pada kuartal IV/2021 tercatat tumbuh sebesar 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp241,6 triliun.
Peningkatan tersebut didorong oleh pelonggaran PPKM yang meningkatkan mobilitas dan permintaan masyarakat, juga permintaan komoditas yang tinggi.
Sepanjang 2021, realisasi investasi tercatat sebesar Rp901 triliun, naik 9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan mencapai 1001,1 persen dari target pemerintah.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan kinerja investasi pada tahun ini akan terus meningkat, terutama investasi sektor swasta, sejalan dengan pemulihan konsumsi di tengah percepatan vaksinasi.
Tahun ini, dimana transisi dari pandemi menjadi endemik berlangsung, diperkirakan akan terjadi pergeseran dari pertumbuhan yang didorong ekspor menjadi pertumbuhan yang didorong oleh sektor swasta dan domestik.
Sementara itu, pertumbuhan belanja publik diperkirakan akan melambat karena pemerintah secara bertahap akan mengurangi stimulus fiskal yang masif dan lebih fokus pada agenda reformasi struktural.
Reformasi struktural dinilai akan menguntungkan investasi di sektor yang memberikan efek berganda, seperti sektor manufaktur, konstruksi, dan perawatan kesehatan.
“Momentum investasi juga dapat didukung oleh reformasi berkelanjutan di sektor hilir sumber daya alam karena reformasi tersebut berhasil menarik investasi yang signifikan ke sektor logam dasar yang kemudian sangat mendukung kinerja ekspor Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Jumat (28/1/2022).
Dia menambahkan, sektor teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki prospek yang baik dan menguntungkan bagi investor sejalan dengan percepatan transformasi digital.
“Kami melihat bahwa akan ada peluang besar bagi Indonesia untuk menangkap lebih banyak aliran masuk modal asing langsung pasca-pandemi karena negara-negara besar sekarang telah mendiversifikasi investasi mereka,” kata Faisal.
Secara keseluruhan, dia memperkirakan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi dalam PDB menurut pengeluaran pada 2022 akan mengalami peningkatan sebesar 5 hingga 6 persen.
Sumber : Bisnis.com