Dolar AS Masih Nyaman di Rp 14.500, Rupiah Tak Berdaya

April 01, 2021 | Zenal Muttaqin

Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.537. Mata uang Paman Sam cenderung menguat dibandingkan posisi kemarin di level Rp 14.499.

Demikian dikutip dari data RTI, Kamis (1/4/2021).

The Greenback menguat 0,10% dibandingkan kemarin. Sedangkan dalam sepekan terakhir menguat 0,80%.

Dolar AS berada di level tertingginya pada Rp 14.561 dan terendahnya pada Rp 14.525.

Penguatan dolar AS dipicu rencana stimulus Presiden AS Joe Biden. Hal ini bisa meningkatkan yield obligasi AS yang berujung pada menguatnya dolar AS terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah.

"Penyebabnya adalah percepatan rencana stimulus utama yang memicu inflasi di AS dan meningkatkan yield obligasi di AS. Saat ini Presiden Joe Biden mau membayar rencana infrastruktur sebesar US$ 3-4 triliun," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dihubungi detikcom, Rabu (31/3/2021).

Sementara itu, pengamat pasar modal Ariston Tjendra mengatakan meningkatnya yield obligasi di AS mampu mengundang investor untuk menyuntik dananya. Dengan yield yang naik, maka obligasi diminati investor.

Dengan begitu, banyak investor yang menyuntik dana investasinya ke obligasi dolar AS, hingga berujung penguatan dolar AS.

"Ini karena meningkatnya obligasi di Amerika. Kalau yield meninggi, ini kan mengundang investor masuk ke obligasi, kan harga bond terdiskon, dan AS masih dianggap aman untuk investasi. Makanya pelaku pasar masuk ke obligasi dolar dan dia akhirnya menguat," kata Ariston kepada detikcom.

Sumber:DetikFinance

IARFC Indonesia