CIMB Niaga (BNGA) Borong 895 Juta Saham Emiten Delisting (INVS)
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memborong 895 juta helai saham PT Inovisi Infracom Tbk. (INVS) yang telah delisting sejak 2017 lalu pada Rabu (25/1/2023).
Usai transaksi tersebut, portofolio Bank CIMB Niaga atas Inovisi Infracom menjadi 8,96 persen.
"Kepemilikan [BNGA] per 25 Januari 2023 mencatat jumlah saham sebesar 895 dengan persentase kepemilikan investor sebesar 8,96 persen," jelas manajemen PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam laporan kepemilikan efek si atas 5 persen berdasarkan SID Publik, dikutip Minggu (29/1/2023).
Adapun, saham yang diserap BNGA tersebut berasal dari portofolio yang dilepas PT Green Pine.
Usai transaksi tersebut koleksi saham Green Pine tereduksi menjadi 788,05 juta (788.050.214) saham dari 1,68 miliar (1.683.050.214) saham.
Alhasil, setelah aksi divestasi tersebut portofolio Green Pine terkoreksi menjadi 8,96 persen dari sebelumnya sebanyak 16,85 persen.
Transaksi tersebut tidak disebutkan dalam keterbukaan informasi. Oleh karena itu tidak diketahui nilai dari pengambilalihan saham INVS oleh BNGA dari Green Pine.
Adapun Inovisi Infracom berstatus forced delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada lima tahun lalu atau tepatnya pada 23 Oktober 2017.
Berdasarkan catatan Bisnis, terdepaknya INVS dari bursa dikarenakan oleh kinerja buruk. Sejumlah masalah yang dialami INVS sebelumnya yakni mulai dari terlilit penyelesaian masalah pajak hingga mangkrak menyampaikan laporan keuangan dan kewajiban lainnya kepada BEI.
Di samping itu, Direktur Utama Bursa efek Indonesia (BEI) kala itu yakni Tito Sulistio menuturkan bahwa INVS sudah sekitar 3 tahun mendapatkan suspensi. Dengan demikian, proses forced delisting bisa dilakukan dan telah sesuai undang-undang yang berlaku.
Sumber : Bisnis.com