BCA (BBCA) Raup Laba Bersih Rp24 Triliun per Agustus 2022

October 12, 2022
IARFC Indonesia
Artikel ini ditulis oleh perencana keuangan, IARFC Indonesia tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali melanjutkan tren pertumbuhan laba bersih tahun berjalan hingga Agustus 2022. Pada periode ini, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp24,54 triliun.

Perolehan laba bersih tersebut tumbuh sebesar 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau dari posisi Rp20,02 triliun pada Agustus 2021. Kenaikan ini diikuti dengan peningkatan pendapatan bunga dan menyusutnya beban bunga perseroan.

BCA tercatat membukukan pendapatan bunga Rp43,29 triliun, naik 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban bunga susut 17 persen yoy menjadi Rp5,19 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih bertumbuh 8 persen ke posisi Rp38,09 triliun.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menuturkan bahwa jelang akhir 2022, perseroan terus berkomitmen mempertahankan kinerja fundamental secara solid, diikuti dengan kualitas layanan yang prima baik luring maupun daring.

“Pengembangan layanan perbankan transaksi selalu menjadi salah satu fokus utama dalam setiap rencana dan program kerja tahunan BCA. Keandalan BCA dalam layanan payment settlement terus kami tawarkan kepada nasabah, termasuk milenial,” ujarnya, Rabu (12/10/2022).

Hera menuturkan bahwa ke depan, emiten berkode saham BBCA ini akan terus memperkuat ekosistem finansial, penyempurnaan dan modernisasi dari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki dalam mendukung keamanan berbagai layanan perbankan transaksi digital.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi digital perbankan serta dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Sementara itu, kata Hera, BCA tetap menyadari pentingnya peran kantor cabang dalam melayani nasabah. Oleh karena itu, perseroan melihat perlunya pengembangan jaringan kantor cabang, tetapi dengan tetap memerhatikan faktor efisiensi.

“Di sisi lain, BCA berharap pertumbuhan kredit akan tumbuh di kisaran 8 – 10 persen di tahun ini, ditopang oleh likuiditas yang masih memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi sehingga dapat mendorong permintaan kredit,” tutur Hera.

Sampai dengan Agustus 2022, BCA telah menyalurkan kredit sebanyak Rp662,62 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni senilai Rp587,15 triliun.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini