Asuransi atau Investasi, Mana yang Perlu Didahulukan?

December 13, 2022 | IARFC Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Masa-masa penuh ketidakpastian masih tampak di depan mata jelang 2023, dan senantiasa berputar di sekitar kehidupan, termasuk dalam hal menjaga kesehatan dan keselamatan diri.

Masa pemulihan dampak pandemi dan kondisi perekonomian global yang goyang, telah semakin mendorong masyarakat membentuk insting bertahan hidup melalui sikap siaga dan preventif, tak terkecuali dalam memanfaatkan produk-produk finansial. 

Misalnya soal produk tabungan, nasabah tidak akan bisa seratus persen memprediksi apakah benar dana tersimpan akan digunakan sesuai target, atau justru terkuras untuk membiayai hal-hal krusial yang tak terduga di masa-masa ini. 

Adapun, produk asuransi dan investasi sebenarnya bisa membantu mengatur keuangan secara lebih bijak. Namun, dalam memanfaatkan keduanya pun membawa dilema, mana yang perlu didahulukan? Terutama, di tengah kebutuhan akan perlindungan dari risiko kesehatan dan meninggal dunia? 

Pertama, berbicara tentang investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendeskripsikannya sebagai kegiatan menanam modal yang biasanya dilakukan dalam jangka panjang.

Bentuknya berupa pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain, guna memperoleh keuntungan, yang salah satu manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan keuangan di masa depan. 

Adapun produk-produk investasi yang diawasi oleh OJK, di antaranya saham, reksadana, obligasi, sukuk, exchange traded fund (ETF) atau reksa dana berbentuk kontrak kolektif, derivatif atau gabungan kontrak beberapa produk keuangan.

Ada juga produk investasi alternatif melalui platform teknologi finansial (tekfin), yaitu securities crowdfunding (SCF) untuk alternatif pendanaan UMKM berbentuk efek, serta tekfin pendanaan bersama atau peer-to-peer (P2P) lending yang berbentuk pemberian pinjaman. 

Hampir serupa dengan tabungan, manfaat dari pengembangan nilai uang yang diinvestasikan dapat digunakan sebagai opsi dana darurat saat dibutuhkan, yang mana besar kecilnya tergantung pergerakan pasar dan risiko yang menyertainya. 

Sementara itu, di sisi lain, asuransi merupakan perjanjian perlindungan antara dua pihak, yaitu pemegang polis yang membayar iuran dan perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kepada nasabah jika terjadi sesuatu.

Objek asuransi begitu beragam, termasuk memberikan perlindungan atas risiko gangguan kesehatan yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. 

Tujuan utamanya dapat dilihat sebagai upaya memberikan perlindungan agar kondisi finansial nasabah tidak terganggu saat terjadi suatu risiko yang menimbulkan kerugian. 

Beberapa jenis asuransi yang tepat untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gangguan kesehatan adalah asuransi kesehatan untuk perlindungan atas berbagai biaya medis yang disepakati atau asuransi kecelakaan yang meng-cover biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan. 

Ada lagi, asuransi jiwa untuk menanggung kerugian finansial dari keluarga yang ditinggal meninggal oleh pihak tertanggung, asuransi penyakit kritis untuk menanggung biaya perawatan atas penyakit-penyakit kronis yang terdaftar dalam polis, serta masih banyak lainnya.

Tips Beli PAYDI

Menilik kedua produk terbilang sama-sama penting, sebenarnya ada produk dengan manfaat asuransi dan investasi yang dapat dirasakan sekaligus, yaitu Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). 

Ini merupakan metode yang cerdas untuk melindungi masa depan keuangan kita saat masih bekerja. Karena dengan membeli polis PAYDI, maka kita akan mendapatkan manfaat proteksi sesuai jangka waktu yang ditentukan, serta adanya potensi hasil investasi yang terbentuk.

Kelebihan lainnya yaitu potensi hasil investasi juga bisa dimanfaatkan untuk memastikan perlindungan tetap berjalan dan polis tetap aktif sepanjang nasabah menyetujui pemanfaatan tersebut. 

Apabila nasabah menemukan halangan untuk menunaikan kewajiban membayar premi maka nilai tunai hasil dari investasi (jika ada) dapat dialokasikan untuk memastikan polis tetap aktif. Caranya nasabah dapat mengajukan cuti premi, lalu polis sudah berjalan sekian tahun sesuai yang dipersyaratkan dan jumlah nilai tunai cukup untuk membayarkan biaya asuransi dan administrasi. 

Potensi hasil investasi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain ketika nasabah memutuskan untuk melakukan penarikan dana sesuai batas nominal tertentu yang dipersyaratkan pada polis. 

Namun perlu dipahami langkah ini akan memotong nilai tunai investasi dalam polis yang dimiliki dan nilai tunai bergerak fluktuatif mengikuti situasi pasar dan performa dana investasi yang dipilih oleh nasabah. Oleh karenanya, nasabah harus memahami tujuan keuangan mereka serta profil risiko sebelum menentukan jenis dana untuk alokasi investasi pada unit link.

Kemudian tidak kalah penting, yaitu pastikan memilih perusahaan asuransi yang bisa memberikan layanan terkait dengan sebaik-baiknya. Prudential Indonesia bisa menjadi salah satu pilihan terbaik, buah dedikasinya selama 27 tahun dalam melindungi para keluarga Indonesia lewat produk-produk proteksinya. 

Sepanjang 2021, perusahaan ini telah membuktikan komitmennya melalui pembayaran klaim terhadap 2,5 juta tertanggung telah terlindungi oleh asuransi Prudential Indonesia serta manfaat sebesar Rp 16,6 triliun.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini