Ma'ruf Amin Dorong Bank Syariah Pertama RI Kembali Moncer, Bagaimana Caranya?

August 06, 2025
IARFC Indonesia

Ma’ruf mengakui kinerja Bank Muamalat memang fluktuatif, bahkan sempat mengalami masa-masa sulit. Untuk itu, dia mendorong manajemen untuk dapat meningkatkan kinerja bank syariah tersebut, dengan melakukan sejumlah upaya.

“Caranya bagaimana? Ya, banyak cara. Bisa dengan mencari investor baru, bisa dengan perbaikan manajemen, dan langkah-langkah lain,” kata Ma’ruf ketika ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, cara-cara ini perlu dilakukan agar Bank Muamalat tetap eksis dan kembali menjadi contoh keberhasilan bagi bank syariah lainnya di Indonesia. 

Adapun dia mengharapkan ke depannya semakin banyak bank-bank syariah di Indonesia. Mengingat,

Dia mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan bank konvensional lantaran masih minimnya bank syariah di Indonesia. “Ini yang harus kita dorong supaya terjadi pergeseran

Baca Juga

Ma’ruf mengatakan pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Komite ini dipimpin oleh Presiden sebagai Ketua dan Wakil Presiden sebagai Ketua Harian, dan Menteri Keuangan menjadi Sekretaris merangkap anggota.

Menyitir laman resmi KNEKS, komite ini didirikan untuk melakukan tugas mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Agar pelaksanaannya lebih optimal, Ma’ruf mengungkap bahwa saat ini KNEKS akan ditransformasikan menjadi Badan. Kendati begitu, dia tidak memerinci lebih lanjut mengenai hal tersebut, mengingat kewenangan saat ini ada pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ke depan, kalau Undang-Undang Ekonomi Syariah yang saat ini sedang digodok di DPR bisa selesai, badan tersebut akan masuk dalam undang-undang dan jadi lebih kuat secara kelembagaan. Saya kira itu penting,” pungkasnya. 

Sementara itu, dilansir dari laporan keuangan perseroan, sepanjang semester I/2025 Bank Muamalat membukukan laba bersih senilai Rp6,48 miliar, tumbuh 40,47% secara tahunan (

Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Muamalat terpantau masih tebal per 30 Juni 2025 meskipun mengalami penurunan, yaitu sebesar 27,33% dari 31,20% pada 30 Juni 2024. Sementara, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross mengalami pembengkakan dari 2,25% menjadi 3,90% dan NPF net 3,31% dari 1,44%.

Adapun, rasio pembiayaan terhadap deposit (

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini