Bisnis Emas Bank Syariah RI Catatkan Kinerja Apik, Bakal Ada Pemain Baru Bullion?
PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membuka peluang untuk menggarap bisnis bullion atau bank emas melalui entitas barunya Bank CIMB Niaga Syariah, yang saat ini dalam proses
“Sedang dikaji, sekarang kami fokus ke
Meski demikian, Lani belum membeberkan secara rinci rencana pengembangan bisnis
Sebagaimana diketahui, Bank CIMB Niaga resmi mengumumkan nama entitas baru hasil pemisahan atau
Manajemen CIMB Niaga menyampaikan bahwa penyapihan UUS ini mengacu pada regulasi bahwa UUS dengan nilai aset mencapai 50% dari total nilai aset induk, atau memiliki aset minimal Rp50 triliun, wajib untuk melakukan pemisahan.
Adapun, pada 2024, total aset UUS CIMB Niaga telah mencapai Rp67,5 triliun, atau setara dengan 19,3% dari total aset induk. "Untuk tujuan pemisahan tersebut, perseroan menyusun rancangan pemisahan yang nantinya akan dimintakan persetujuannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham," ujar manajemen.
Sejumlah bank syariah besar sebelumnya sudah lebih dulu menggarap bisnis emas ini dan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan. BSI, misalnya, telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 12 Februari 2025 untuk menjalankan bank emas. Dalam waktu singkat, pembiayaan cicil dan gadai emas BSI per Mei 2025 tembus Rp16,43 triliun, melesat 92,52% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selain itu, BSI juga tengah mengajukan izin tambahan untuk meluncurkan produk simpanan emas pada kuartal IV/2025. “Mudah-mudahan izinnya bisa keluar sebelum akhir tahun ini,” ujar Anton.
BCA Syariah pun menunjukkan tren serupa. Segmen konsumer bank ini mencatatkan pertumbuhan pembiayaan tertinggi sebesar 56,1% YoY, dengan kontribusi terbesar datang dari pembiayaan emas yang tumbuh 231,2% YoY mencapai Rp300 miliar.
“Pembiayaan emas iB dapat diakses melalui
Lalu Bank Muamalat Indonesia mencatatkan pembiayaan emas sebesar Rp348 miliar hingga Juni 2025 melalui produk Solusi Emas Hijrah. Bank Muamalat menargetkan pembiayaan emas tahun ini dapat melampaui Rp500 miliar.
Head of Retail Financing Bank Muamalat Agus Andipratama Amir menjelaskan bahwa realisasi ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kepemilikan logam mulia.
Dia menyebut bahwa kontribusi pembiayaan emas terhadap
“Pembiayaan emas terhadap
Menurutnya, Bank Muamalat kini menggencarkan pembiayaan konsumer seiring transformasi bisnis yang sedang berlangsung. Strategi ini juga didukung penguatan layanan digital agar tetap kompetitif dan relevan, misalnya melalui aplikasi
“Kami optimistis dengan prospek pembiayaan emas ke depan.
Namun demikian, memang bisnis emas ini harus menjadi perhatian dari sisi kecukupan pasokan emas. J.P. Morgan dalam risetnya memprediksi harga emas akan terus menanjak, yang diiringi dengan ketatnya pasokan emas.
Ketatnya pasokan emas terjadi seiring lonjakan permintaan global. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melesat sekitar 30% YtD dan mencapai rekor tertinggi US$3.500 per troy ounce pada April 2025, atau sekitar Rp57,35 juta. Angka itu melampaui proyeksi awal J.P. Morgan Research. Fenomena serupa terjadi di negara lain.
Pada Februari lalu, The Korea Times melaporkan Korea Minting and Security Printing Corp. menghentikan penjualan emas batangan ke bank-bank domestik. Di China, Bursa Emas Shanghai juga mengalami perlambatan pasokan emas fisik sejak akhir tahun lalu.
Sumber : Bisnis.com