Tiga Konglomerat di Balik 10 BPR Modern Multiartha Merger

January 19, 2023 | IARFC Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 10 bank perkreditan rakyat (BPR) dibawah kendali PT Modern Multiartha mengumumkan akan melakukan merger dalam waktu dekat.

Ke-10 BPR tersebut diantaranya PT BPR Modern Express, PT BPR Irian Sentosa, PT BPR Palu Lokadana Utama, PT BPR Modern Express Jateng, PT BPR Modern Express NTT, PT BPR Modern Express Sultra, PT BPR Modern Express Sulawesi Selatan, PT BPR Modern Express Papua Barat, PT BPR Modern Express Maluku Utara, dan PT BPR Modern Express Sulut.

Upaya suksesi merger tersebut rupanya membuat sosok di balik PT Modern Multiartha (MMA) turut mendapat sorotan hangat.

Mengutip dari laman resmi Modern Multiartha, Kamis (19/1/2023), konglomerasi ini dibangun oleh Bob Sugiarto, Sonny Waplau dan Robinson Sanjaya. Ketiganya berstatus pendiri atau founder perseroan.

Sonny Waplau merupakan komisaris utama dan Robinson Sanjaya merangkap sebagai komisaris.

Nama Bob Sugiarto diketahui pernah muncul sebagai salah satu dari 20 pemegang saham terbesar di PT Golden Energy Mines Tbk. dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 1.189.800 lembar saham atau sekiat 0,02 persen. Adapun, status kepemilikan saham Bob Sugiarto pada Golden Energy Mines tercatat sebagai individu lokal.

Sementara itu, founder lainnya yakni Sonny Waplau yang juga merangkap sebagai Komisaris Utama Modern Multiartha diketahui pernah menjabat sebagai anggota komisi V DPR - RI pada periode 2009 - 2014 dari fraksi Partai Demokrat.

Pada masa jabatannya tersebut, Sonny kerap menangani masalah Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan kawasan tertinggal.

Untuk diketahui sebelumnya, Modern Multiartha telah berdiri sejak tahun 1997 yang bergerak dalam bidang usaha holding investment, "Saat ini, fokus investasi MMA adalah financial services solution (pelayanan solusi finansial), khususnya di industri perbankan dan solusi teknologi perbankan," jelas manajemen MMA dalam situs resminya dikutip Kamis (19/1/2023).

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini