SWF INA Terima Pembiayaan Rp10 Triliun dari EDC Kanada
Kepastian dukungan pembiayaan oleh EDC tertuang dalam nota kesepahaman antar kedua lembaga yang ditandatangani di Ottawa. Perjanjian payung itu akan menyasar sektor prioritas yang memiliki keterkaitan Indonesia–Kanada seperti infrastruktur, teknologi bersih, energi terbarukan, dan agrifood.
“Indonesia adalah salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Indo-Pasifik dan menjadi tujuan utama investasi bagi eksportir Kanada,” ujar Todd Winterhalt, Senior Vice-President International Markets EDC dalam keterangan resmi, Rabu (24/9/2025).
Winterhalt menuturkan, kemitraan dengan INA mencerminkan komitmen EDC untuk mendukung pertumbuhan sosial-ekonomi yang kuat, khususnya di sektor unggulan Kanada seperti energi terbarukan, teknologi bersih, dan infrastruktur.
Sementara itu, CEO INA Ridha Wirakusumah menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun platform saling menguntungkan antara Kanada dan Indonesia.
Dia menjelaskan, kerja sama ini memungkinkan modal dan kapabilitas Kanada mendukung pertumbuhan Indonesia sekaligus membuka peluang baru bagi bisnis Kanada di salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
Baca Juga
"Kerja sama ini juga akan memperkuat peran INA dalam menyalurkan investasi ke sektor-sektor strategis bagi daya saing jangka panjang Indonesia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pembiayaan, kerja sama ini bertujuan membangun peluang investasi kredibel yang mampu menarik modal global, menghadirkan inovasi, dan memberikan dampak sosial-ekonomi nyata.
Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara sekaligus tujuan investasi penting. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia memiliki perekonomian terbesar di kawasan yang tumbuh stabil selama satu dekade terakhir.
Kondisi tersebut mendorong EDC membuka kantor perwakilan di Jakarta pada September 2023.
Sebagai lembaga yang didirikan pada 2020, INA memainkan peran sentral dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan menarik investasi yang selaras dengan target keberlanjutan nasional.
INA berfokus pada sektor prioritas seperti transportasi, logistik dan infrastruktur, digital, energi hijau dan ekonomi biru, kesehatan, serta material maju — bidang yang juga sejalan dengan prioritas strategis EDC.
Sumber : Bisnis.com