Superbank (SUPA) Tetapkan Harga IPO Rp635, Sucor Sebut Valuasi Kompetitif!
Berdasarkan hasil penawaran awal atau
Melalui aksi korporasi tersebut, calon emiten yang didukung ekosistem Grab dan Emtek Group ini menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp2,79 triliun melalui pelepasan 4,4 miliar saham atau setara 13% dari modal setelah IPO.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijayan memandang bahwa Superbank berada pada level valuasi yang sangat kompetitif dibandingkan emiten di sektor serupa.
Dengan harga penawaran di level Rp635 per saham, valuasi Superbank merefleksikan
“Jika dibandingkan dengan ARTO, BBHI, atau Aladin yang PBV-nya jauh lebih tinggi, maka secara valuasi Superbank berada pada level yang sangat menarik bagi investor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Bernadus menambahkan bahwa valuasi yang rendah saat IPO justru membuka peluang rerating atau penyesuaian kenaikan valuasi ke depan. Adapun
“Bank digital biasanya diperdagangkan dengan premi karena ekspektasi pertumbuhan yang besar. Namun, Superbank saat ini justru berada di valuasi konservatif. Ini memberi peluang bagi investor yang ingin masuk lebih awal sebelum valuasinya menyesuaikan dengan kinerja dan ekspansi,” tuturnya.
Dalam prospektus, Superbank mengungkapkan sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja penyaluran kredit. Sisanya, sekitar 30%, dialokasikan sebagai belanja modal mulai 2026 hingga lima tahun ke depan.
Secara rinci, dana untuk belanja modal akan mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan perseroan,
Dengan kombinasi valuasi rendah, dukungan ekosistem Grab–Emtek, strategi ekspansi kredit, dan rencana belanja modal jangka panjang membuat Superbank sebagai salah satu kandidat bank digital yang berpotensi
Sumber : Bisnis.com