Pengguna Pinjol Lebih Rawan Gagal Bayar dari Nasabah Bank, Ini Datanya
Analisis mendalam data biro kredit Clik menunjukkan sebagian besar aktivitas pinjaman digital masih terkonsentrasi di kota besar dan didominasi oleh pembiayaan konsumtif.
Presiden Direktur Clik, Leonardo Lapalorcia, menambahkan bahwa di luar wilayah perkotaan, pemanfaatan kredit digital cenderung bersifat produktif, seperti untuk modal usaha mikro dan menengah.
Menariknya, lanjutnya, pinjaman
"Meski demikian, data menunjukkan bahwa bahkan setelah beralih ke bank, eks-peminjam
Kondisi ini, lanjutnya, menciptakan risiko sistemik yang perlu dikelola secara hati-hati.
Baca Juga
Menurutnya batasan suku bunga
Di sisi lain, Leonardo menyebut pelaporan pinjaman
Dia berharap dengan regulasi baru yang mulai menyelaraskan pelaporan antara
"Langkah ini juga akan mendukung pergeseran menuju sistem pelaporan kredit swasta yang lebih komprehensif," imbuhnya.
Biro kredit diproyeksikan memegang peran penting dalam transisi ini, terutama dalam mengintegrasikan data tradisional,
“Reformasi regulasi yang menyelaraskan pelaporan antara fintech dan bank akan memperkuat peran biro kredit dalam menyediakan wawasan yang kredibel untuk mendukung kebijakan dan strategi industri keuangan,” katanya.
Dia juga memproyeksikan arah industri Fintech ke depan, dalam 3—5 tahun mendatang akan berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk pembiayaan yang lebih produktif, terutama bagi UMKM dan individu yang masih belum terlayani sektor formal.
Analisis Clik lainnya juga menyampaikan secara keseluruhan kredit digital terbukti membuka akses baru bagi jutaan masyarakat yang sebelumnya sulit terjangkau layanan bank konvensional.
Dengan proses yang lebih cepat, murah, dan sederhana,
Dengan demikian, dia menilai fondasi data yang semakin kuat dan kolaborasi lintas sektor yang erat, harapan terhadap inklusi keuangan yang lebih luas, berkelanjutan, dan produktif kian terbuka bagi Indonesia.
Sumber : Bisnis.com