Pansel Ungkap Kriteria Calon Bos BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang Dicari Prabowo

October 14, 2025
IARFC Indonesia

Ketua Pansel BPJS Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa panitia seleksi mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo untuk menyaring dan memilih kandidat terbaik untuk menjadi pemimpin dua BPJS. Pemerintah menitikberatkan sejumlah kriteria bagi para calon pendaftar yang layak menjadi pemimpin BPJS.

"Jadi, ini bukan masalah suksesi jabatan, tetapi lebih kepada bagian dari reformasi besar sistem jaminan sosial kita ... Untuk itu, maka yang kita cari adalah orang-orang terbaik, mencari pemimpin yang mau melakukan perubahan, termasuk inovasi-inovasi ke depan yang harus kita perkuat," ujar Kunta dalam konferensi pers Pansel BPJS, Senin (13/10/2025).

Baca Juga

"Saatnya kita melakukan perubahan, ini yang kita cari, sosok-sosok yang inovatif, yang berani melakukan perubahan, yang transparan dan akurat. Begitu, tetapi ini bukan bocoran, ya," ujar Kunta.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansel BPJS Ketenagakerjaan Abdul Gaffar Karim menyebut bahwa pengelolaan jaminan sosial tenaga kerja membutuhkan sosok yang mampu melanjutkan penataan sistemik dan reformasi. Pansel menekankan pentingnya pengelolaan yang efisien dan akurasi

"Kami ingin mendorong prinsip kerja sama yang sebaik-baiknya, jejaring yang kuat, dan itu memerlukan kepemimpinan yang reformatif," ujar Gaffar.

Merespons pertanyaan

"Kami ingin menjaring kandidat yang mampu memetakan persoalan, lalu mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Jadi, ini memang pertarungannya adalah soal visi dan gagasan," ujar Gaffar.

Daftar Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Bos BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Presiden Prabowo Subianto menetapkan Pansel BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan periode 2026—2031 melalui Keputusan Presiden (

Dalam butir-butir pertimbangannya, presiden menjelaskan bahwa masa jabatan Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan akan berakhir pada 19 Februari 2026. Oleh karena itu, pemerintah membentuk panitia seleksi untuk memilih calon bos BPJS itu.

Pansel itu bertanggung jawab dan melaporkan pelaksanaan tugasnya secara langsung kepada Presiden Prabowo. Adapun, mereka bertugas sejak Keppres ditetapkan pada 2 Oktober 2025 hingga penetapan resmi Anggota Dewas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan.

Prabowo menunjuk masing-masing delapan orang dalam struktur Pansel Calon Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan, mencakup tujuh anggota dan satu sektretaris.

Adapun, dari ketujuh anggota itu, dua di antaranya merupakan perwakilan unsur pemerintah, sedangkan lima di antaranya adalah perwakilan unsur masyarakat.

Terdapat pejabat Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ketenagakerjaan di jajaran Pansel, sebagai wakil pemerintah dalam proses pemilihan calon bos BPJS.

Selain itu, terdapat pula dua orang kepercayaan Presiden Prabowo di jajaran pansel, yakni pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya (

Kedua nama itu adalah Dedi Supratman selaku Ketua Bidang Tenaga Kesehatan Partai Gerindra, yang masuk di daftar Pansel BPJS Kesehatan, lalu Julizar Idris selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra.

Posisi Dedi dan Julizar di kepengurusan Gerindra sesuai dengan Keputusan Menkumham Nomor M.HH-23.AH.11.0 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra.

Berikut daftar anggota Pansel Calon Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan:

Berikut daftar anggota Pansel Calon Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan:

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini