Merger Adira-Mandala: Ini Dua Fokus Strategi yang Bikin Pesaing Gigit Jari

October 04, 2025
IARFC Indonesia

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila menyampaikan keinginan perusahaannya adalah untuk bisa terus tumbuh dan berkembang dalam melayani pasar dan konsumen yang lebih banyak lagi.

Made menyebut pasar dan segmen adalah dua hal yang perlu diperhatikan bila ingin membuat perusahaan menjadi besar di industri pembiayaan ini.

"Makin banyak pasar yang dilayani, bisnis makin

Berbicara mengenai pasar, Made berujar Adira Finance memiliki lebih dari 500 kantor cabang dan mitra di seluruh Indonesia. Melalui merger dengan Mandala Finance artinya jaringan

Dengan demikian, dia berpandangan pasar Adira Finance akan bertambah. Terutama untuk beberapa pasar yang memang Mandala unggul di wilayah Timur. Sebab itu, dia yakin merger ini bisa memperbesar pasar Adira Finance. 

Baca Juga

Selanjutnya, Adira Finance pun fokus untuk memperbesar segmen pasca merger. Made mengemukakan keunggulan Adira adalah memiliki banyak produk, sementara Mandala hanya punya pembiayaan motor dan MPL berbasis motor.

"Sehingga kami berharap di cabang eks Mandala bisa menjual lebih banyak produk. Kalau bisa menjual lebih banyak produk, kita melayani segmen yang lebih lebar. Kalau segmen yang lebih lebar, peluang besar banyak," ucapnya.

Meski begitu, di satu sisi Made mengakui pihaknya membutuhkan waktu untuk bisa mengetahui lebih dalam situasi pasar dari

Sebagai informasi, merger Adira Finance dan Mandala Finance ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (

MUFG Bank, Ltd. dan Adira Finance sebelumnya telah menyelesaikan akuisisi Mandala Finance pada 2024 dengan nilai Rp 7 triliun. Per 28 Agustus 2024, MUFG Bank telah meningkatkan kepemilikannya menjadi 89,26% melalui penawaran tender wajib, sementara Adira Finance tetap memegang sebanyak 10%.

Adapun, dalam delapan bulan pertama 2025 ini Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp23 triliun. Realisasi ini berasal dari beragam segmen baik otomotif maupun non-otomotif.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini