Mengintip Rencana El Salvador Bikin Kota Bitcoin di Bawah Gunung Berapi

November 24, 2021 | Zenal Muttaqin

Jakarta - El Salvador sepertinya menjadi negara yang paling semangat untuk menggunakan bitcoin. Belum lama ini Presiden El Salvador Nayib Bukele menyebut pemerintah akan membangun kota Bitcoin pertama di dunia.

Biaya pembangunan kota ini nantinya berasal dari penerbitan surat utang yang akan digelar pada 2022 mendatang. Presiden Bukele menyebut dengan kota bitcoin ini diharapkan investasi dari berbagai investor bisa masuk ke negara tersebut.

Dilansir dari CNN, pemerintah El Salvador memang gencar mempromosikan bitcoin. Kota ini nantinya terletak di wilayah Timur El Salvador dan memiliki sumber daya panas bumi yang berasal dari gunung berapi.



"Berinvestasilah di sini dan dapatkan semua uang yang anda inginkan. Ini adalah kota ekologis yang bekerja dan punya energi dari gunung berapi," kata Bukele dikutip dari CNN, Senin (22/11/2021).


Baca juga:

Kota Bitcoin Pertama Dunia Mau Dibangun El Savador di Dasar Gunung Berapi

Di kota tersebut pemerintah tak akan menarik pajak selain PPN. Dari penarikan PPN ini dananya akan digunakan untuk pembangunan kota, lalu biaya operaisonal hingga infrastruktur publik.


ADVERTISING


Nah untuk pembangunan kota, diprediksi akan menelan biaya hingga 300.000 keping bitcoin.


Bila dihitung, saat ini satu Bitcoin diperdagangkan di bawah US$ 60.000. Artinya pembangunan kota ini akan memakan dana kira-kira sebesar US$ 18 miliyar atau setara dengan Rp 255,6 triliun (bila dihitung dengan kurs Rp 14.200/dolar AS).


Karena menggunakan energi panas bumi dari gunung berapi, Bukele menyebutkan hal ini bisa menjadi sumber energi untuk mendukung penambangan bitcoin.


Baca juga:

Bitcoin Jadi Alat Pembayaran di El Salvador, Bisa Dipakai Apa Saja?

Meski proyek pembangunan kota 'impian' Presiden El Salvador ini akan menelan biaya yang sangat besar, Bukele mengatakan kota baru yang direncanakannya tersebut akan 'mencakup semuanya'.


"Area perumahan, area komersial, layanan, museum, hiburan, bar, restoran, bandara, pelabuhan, kereta api, semuanya dikhususkan untuk Bitcoin," kata pria berusia 40 tahun itu.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa tidak ada pajak penghasilan yang akan dipungut di kota tersebut nantinya, hanya pajak pertambahan nilai (PPN).


Dia mengatakan bahwa nantinya setengah dari pendapatan yang diperoleh dari ini akan digunakan untuk 'membangun kota', sementara sisanya akan digunakan untuk menjaga jalan-jalan 'rapi dan bersih'.

Sumber:Detikfinance

Hubungi Kami

Pesan alert di sini