Laba Bank Mega Hanya Naik 1 Persen, Imbas Transmart Sepi Pengunjung?

February 04, 2023 | IARFC Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank milik Chairul Tanjung PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan pertumbuhan laba sebesar 1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2022 menjadi Rp4,05 triliun dari Rp4 triliun pada periode sebelumnya.

Untuk diketahui, MEGA merupakan bagian dari CT Corp. Dalam memacu ekspansi bisnisnya, MEGA didukung oleh ekosistem prusahaan CT Corp yang juga bergerak di bidang retail salah satunya Transmart.

Terbaru, hypermarket milik Chairul Tanjung tersebut dikabarkan tengah sepi pengunjung. Bahkan, sepanjang 2022 terdapat 39 gerai transmart yang tutup secara permanen.

Tampak selaras dengan penurunan peforma ekosistemnya tersebut, rasio keuangan MEGA juga menunjukkan tren pelemahan.

Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Sabtu (4/3/2023), dari sisi imbal aset (return on asset/ROA), MEGA mengalami koreksi 22 basis poin (bps) secara yoy menjadi 4 persen dari 4,22 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kemudian imbal ekuitas (return on equity/ROE) MEGA juga mengalami pelemahan sebesar 34 bps menjadi 23,15 persen hingga Desember tahun ini dari 23,49 persen pada Desember 2021.

Di samping itu, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan juga tercatat alami pelemahan setelah terindikasi meningkat 70 bps menjadi 56,76 persen pada tahun ini.

Kendati demikian, dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega mencatatkan pertumbuhan sebesar 4 persen secara tahunan menjadi Rp102,9 triliun dari Rp98,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan DPK tersebut utamanya ditopang oleh deposito yang tumbuh mencapai 11 persen sepanjang tahun 2022 mencapai Rp75,39 triliun dari sebelumnya sebesar Rp68,09 triliun.

"Bank terus berupaya untuk meningkatkan porsi dana  murah (CASA), walaupun pada 2022 tercatat sebesar  26,76 persen menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 31,15 persen," jelas manajemen MEGA dalam laporan tahunan 2022, yang dibagikan pada Kamis (2/2/2023).

Sedangkan, kredit yang diberikan juga tercatat tumbuh 16 persen menjadi Rp70,31 triliun hingga Desember 2022 dari sebelumnya sebesar Rp60,74 triliun pada Desember 2021.

"Pada 2022, rasio likuiditas tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank yang mencapai 68,04 persen meningkat dibanding tahun 2021 sebesar 60,96 persen. Sedangkan rasio solvabilitas dapat dilihat dari rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio," pungkas manajemen.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini