Kondisi Keuangan Bikin Pusing? Coba Cek 6 Hal Ini!

August 20, 2021
Zenal Muttaqin
Artikel ini ditulis oleh perencana keuangan, IARFC Indonesia tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel.

Jakarta - Seseorang biasanya baru menyadari kondisi keuangannya sedang tidak baik-baik saja saat uangnya sudah habis dan tidak punya aset apa-apa. Nah hal tersebut perlu dievaluasi agar perencanaan finansial yang lebih baik ke depannya.

Cara mengatur finansial sebenarnya tidak sulit dan ada beberapa tips dan trik yang dapat digunakan, salah satunya dengan memanfaatkan kalkulator keuangan. Ini juga berlaku untuk kamu yang sedang mengevaluasi kondisi keuangan yang sudah tidak sehat.

Dilansir dari Lifepal, ada enam hal yang perlu dihitung dengan kalkulator keuangan untuk mengetahui kondisi finansial saat ini, sebagai berikut.

1. Pemasukan Bulanan

Langkah pertama ialah menghitung penghasilan tetap minimal dan pemasukan tidak tetap. Penghasilan tetap yang dihitung adalah yang sudah dipotong pajak, sedangkan pemasukan tetap merupakan angka rata-rata setiap bulannya.

Sementara untuk yang sudah berkeluarga, bisa memasukkan pemasukan total antara suami dan istri. Lalu kedua pemasukan tersebut dijumlahkan.

2. Kebutuhan Primer

Pengeluaran untuk kebutuhan pokok di antaranya berupa makan dan minum, rumah tangga, transportasi, komunikasi, dan pendidikan. Sebagai catatan, ini tidak termasuk cicilan, kredit, investasi, dan kewajiban lainnya.

Selain itu, pastikan kebutuhan primer bukan pengeluaran yang bersifat hiburan, sampingan, dan belanja keinginan pribadi.

3. Kebutuhan Sekunder

Jumlah pengeluaran yang ditujukan untuk kebutuhan sekunder seperti gaya hidup, hiburan, hobi, atau belanja keinginan lainnya. Hal ini tidak termasuk cicilan, kredit, investasi, dan kewajiban lainnya.

4. Pengeluaran Lainnya

Jumlah cicilan utang atau kredit yang harus dibayarkan setiap bulan. Hal ini tidak termasuk setoran investasi dan setoran menabung.

5. Aset

Hitung nilai aset yang dimiliki, baik yang dilunasi atau yang masih dicicil. Contohnya untuk kas, deposito, saham, masukkan angka saat ini di rekening. Untuk aset tidak cair seperti rumah dan kendaraan, masukkan harga jual pasaran saat ini jika dijual kembali.

6. Sisa Utang dan Kewajiban

Jumlah utang yang tersisa dan wajib dilunasi. Untuk memudahkan, kalikan angka cicilan bulanan terhadap jumlah sisa bulan cicilan. Contohnya sisa utang adalah Rp 20 juta jika masih harus mencicil Rp 1 juta selama 20 bulan.

Jika masing-masing dihitung, kamu akan bisa menganalisa kondisi kesehatan keuangan saat ini. Dari sini, kamu bisa mengevaluasi tentang perencanaan keuangan kedepannya.

Sumber:Detikfinance

Hubungi Kami

Pesan alert di sini