Kenali Money Changer Legal dan Ilegal di Daerah Wisata, Ini Cirinya dari Bank Indonesia
Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Henry Nosih Saturwa menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketertiban usaha penukaran valuta asing di Bali.
“Keberadaan money changer berizin sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata Bali dengan melindungi wisatawan dari risiko penipuan, praktik pencucian uang, maupun peredaran uang palsu,” jelas Henry dikutip dari siaran pers, Senin (29/9/2025).
Selain menjelaskan prosedur penanganan terhadap money changer tidak berizin, BI juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi hanya di tempat resmi. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi penipuan dan transaksi ilegal yang dapat merugikan wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan dari Polda Bali, Ps. Panit 1 Unit 3 Subdit II Ditreskrimsus Polda Bali I Gede Ari Suryawan menjelaskan penindakan terhadap money changer ilegal dilakukan sesuai kewenangan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) melalui kerja sama lintas instansi. Ia juga memaparkan sejumlah kasus yang telah berhasil ditindak sebagai bukti keseriusan pemerintah menjaga ekosistem pariwisata.
“Money changer tidak berizin tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga dapat mencoreng citra pariwisata Bali di mata dunia,” tegas Ari.
Baca Juga
Sementara itu, BI mengimbau masyarakat untuk memastikan sejumlah ciri saat bertransaksi, yang terdiri:
Sebagai bagian dari upaya edukasi, BI meluncurkan situs www.moneychangerbali.com yang menyediakan informasi tentang jaringan kantor money changer berizin di Bali bagi masyarakat maupun wisatawan. Masyarakat juga dapat melaporkan dugaan aktivitas ilegal melalui kanal pelaporan BI Patrol. Hingga saat ini, sebanyak 68 money changer tidak berizin telah dilaporkan dan tengah dalam proses tindak lanjut oleh BI dan Polda Bali.
BI berharap asosiasi pariwisata dan perhotelan dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan informasi kepada wisatawan mancanegara. Ke depan, BI bersama Polda Bali, desa adat, dan asosiasi pariwisata akan terus memperkuat pengawasan dan menciptakan ekosistem money changer berizin yang sehat demi memperkuat citra positif pariwisata Bali di mata dunia.
Sumber : Bisnis.com