Investasi di Obligasi Korporasi, Belum Banyak Orang yang Tahu Caranya
Jika investasi di Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI atau sukuk sudah cukup populer di masyarakat, maka sudah waktunya untuk belajar hal baru!
Seperti negara Indonesia yang menerbitkan obligasi (surat utang) untuk mendanai program-programnya, korporasi (perusahaan) juga memanfaatkan obligasi sebagai leverage untuk memodali bisnis. Bisakah kita investor perorangan membeli surat utang itu? Jawabannya bisa! Berikut salah satu cara berinvestasi di obligasi korporasi yang bisa Kompasioner coba.
Langkah 1: Membuka Akun di Sekuritas Indo Premier
Kompasioner perlu mengunduh aplikasi IPOT di Playstore/ Appstore. Silakan melakukan pendaftaran hingga pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN). Sejauh ini, penulis telah menggunakan layanan broker Mandiri Sekuritas, CGS International, Stockbit dan tidak menemukan fitur transaksi obligasi korporasi pada mereka.
Langkah 2: Menentukan Pilihan melalui Menu Obligasi
Setelah login IPOT, klik tombol Home (icon gambar rumah di pojok kiri atas) dan pilih menu Obligasi seperti pada gambar berikut.
Tampilan yang muncul selanjutnya adalah beberapa kategori obligasi yang ditawarkan di IPOT:
Special Offers memuat produk obligasi rekomendasi IPOT yang terdiri dari obligasi negara maupun korporasi
Pemerintah memuat FR dan PBS dari pasar sekunder
Korporasi memuat obligasi korporasi dari pasar sekunder
IPO Korporasi memuat obligasi dari pasar primer atau yang baru pertama kali ditawarkan ke investor.
Porto akan memuat obligasi yang kita miliki
Beberapa istilah mungkin terdengar asing bagi Kompasioner, seperti Rating idA+ artinya adalah lembaga yang memberi peringkat kredit adalah Pefindo Indonesia, nilainya adalah A+(Single A Plus) artinya perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka panjang sehingga layak untuk dipilih sebagai pilihan investasi. Di bawah itu ada rating idA (Single A) artinya perusahaan cukup kuat meski tetap di bawah A+. Peringkat yang terbaik adalah idAAA yang artinya perusahaan memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah. Nah, jika Kompasioner melihat ada tulisan idA(sy) huruf sy mewakili kode bahwa obligasi tersebut memenuhi aturan syariah.
Istilah kedua adalah Book Building yang menunjukkan periode penawaran obligasi ini. Pastikan Kompasioner bertransaksi dalam jangka waktu tersebut. Selain dalam periode itu, Kompasioner bisa bertansaksi di pasar sekunder. Lebih lanjut, transaksi obligasi dapat dilakukan selama 24 jam di aplikasi IPOT sehingga tidak perlu menunggu jam buka bursa seperti saat bertransaksi saham.
Kelipatan merupakan nominal terkecil untuk membeli obligasi. Sebagai contoh jika sebuah obligasi Kelipatan IDR 5 Juta maka jika membeli 1 unit perlu menyiapkan setidaknya IDR 5 juta pada RDN, dan jika membeli 2 unit maka perlu siap IDR 10 juta di RDN. Apakah terlalu mahal? Jika ya, maka carilah obligasi dengan nominal kelipatan terendah IDR 1 juta. Masih mahal? Hm... jika nampaknya Kompasioner perlu menyisihkan dana dahulu hingga terbentuk sejumlah Kelipatan dana tadi.
Potensi keuntungan dari Obligasi Korporasi adalah kupon biasanya lebih tinggi daripada SBN. Namun, perlu diketahui juga potensi risikonya gagal bayarnya lebih tinggi daripada SBN.
Tips memilih obligasi
Pilih seri dengan tenor yang aman, disesuaikan kebutuhan. Jika diperkirakan Anda akan membutuhkan dana ini cair pada tahun depan, maka pilih durasi 1 tahun.
Pilih perusahaan yang secara fundamental baik dan ratingnya minimal idA.
Baca terms dan dokumen Prospektus sebelum memutuskan untuk beli. Info ini dapat diakses dengan melakukan klik pada obligasi yang dipilih.
Pilih obligasi yang sering membagikan kupon agar memperlancar arus kas kita dan kuponnya dapat segera dicompound/ di-reinvestasi ke produk berikutnya agar lekas bunga berbunga.
Proses settlement dari penawaran obligasi ini bisa jadi memakan beberapa hari/ minggu setelah periode book building, jika ada pertanyaan Kompasioner dapat memanfaatkan fitur Chat dengan Customer Service di IPOT Care,icon berbentuk headphone dan berlokasi di bagian atas kanan.
Penulis: Ibu Ima Kristanti