IHSG Terkoreksi, Bank Mandiri (BMRI) Capai All Time High
Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI mencapai titik tertingginya dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini tercapai di tengah lesunya IHSG dalam beberapa hari terakhir.
Tercatat pada 15 Mei 2020 harga saham BMRI sempat berada di level terendahnya yakni Rp3.760 per lembar. Namun berkat perbaikan bisnis dan transformasi, saham BMRI mencapai all time high menjadi Rp9.475 pada penutupan perdagangan, Kamis (13/10/2022).
Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 34,88 persen sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd). Adapun secara tahunan saham BMRI sudah melonjak 55,97 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan perseroan akan melanjutkan transformasi bisnis dengan terus mempersiapkan sumber daya manusia berdaya saing, serta mengedepankan peran teknologi dan inovasi sebagai pilar aktivitas bisnis.
“Tujuan utama transformasi bisnis ini adalah agar Bank Mandiri dapat terus memberikan nilai lebih bagi nasabah di seluruh segmen, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis.
Dari sisi kinerja, perseroan juga mencatatkan capaian solid. Sampai dengan akhir Agustus 2022, BMRI membukukan kredit secara bank only sebesar Rp887,33 triliun atau tumbuh 9,89 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Laju peningkatan kredit Bank Mandiri juga diikuti dengan perbaikan kinerja dari sisi wholesale banking yang mencatatkan pertumbuhan hingga 8,36 persen secara tahunan pada akhir Agustus.
“Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada dan diharapkan akan terus meningkat. Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan,” kata Darmawan.
Selaras dengan kenaikan kredit, perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan per Agustus juga bertumbuh 11,10 persen yoy menjadi Rp1.036,65 triliun secara bank only. Dana murah tercatat mencapai Rp780,5 triliun atau naik 14,81 persen yoy dengan komposisi mencapai 75,29 persen.
Pertumbuhan dana murah tidak terlepas dari kehadiran dua layanan digital Bank Mandiri, yaitu app Livin’ by Mandiri yang menghadirkan solusi transaksi dan gaya hidup nasabah, sementara Kopra by Mandiri menyediakan solusi ekosistem bisnis nasabah dari hulu ke hilir.
Sumber : Bisnis.com