BRI (BBRI) Tetapkan Dividen Besok, Begini Riwayat dan Prediksinya
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) siap menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada esok hari, Senin (13/3/2023). Nantinya, RUPST akan memutuskan penggunaan laba bersih dan pembagian dividen tahun buku 2022.
Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso telah memastikan bahwa aliran laba BRI pada 2022 akan dikembalikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.
"Kemana duit [laba] itu akan kita arahkan? Pasti kita kembalikan kepada pemerintah, sebagai pajak dan dividen," pungkas Sunarso di hadapan anggota DPR RI.
Jika menilik pembagian dividen tahun lalu, pada Maret 2022 BRI telah membagikan dividen tunai tahun buku 2021 kepada pemegang saham sebesar Rp26,4 triliun atau sekurang-kurangnya Rp174,23 per lembar saham. Jumlah ini mencapai 85 persen dari total laba BRI.
Adapun, pada 2017 BRI mencatatkan dividend payout ratio (DPR) yang tinggi kepada pemegang saham, yakni di atas 44 persen. Rasio dividen BRI tersebut juga terus merangkak naik hingga mencapai 78 persen pada 2021.
Head of Research Team II PT Mirae Asset Indonesia Handiman Soetoyo menjelaskan bahwa besaran dividen yield BRI diprediksi masih akan terus merangkak naik.
"Kita lihat dari 4 bank besar itu kemungkinan BRI akan memberikan dividen yield hampir 6 persen," jelasnya dalam acara Media Day, dikutip Minggu (12/3/2023).
Secara lebih rinci, dalam materi yang dibagikannya, Handiman menjelaskan bahwa BBRI akan keluar sebagai pemberi besaran dividen yield tertinggi dibandingkan dengan ke-empat bank jumbo lainnya sebesar 5,94 persen.
Adapun, Mirae asset mencatat, harga BBRI saat ini sebesar Rp4.480. Artinya, dengan besaran dividen yield yang diperkirakan Mirae Asset maka dividen per share tahun buku 2022 yang akan dibagikan BBRI kepada pemegang saham diproyeksi sebesar Rp287,30.
Secara lebih rinci, berikut riwayat pembayaran dividen tunai BBRI dalam kurun waktu 10 tahun belakangan.
Sumber : Bisnis.com