Besok (2/10), Adira (ADMF) Catat 235,8 Juta Saham Baru Hasil Merger dengan Mandala Multifinance
Berdasarkan pengumuman yang ditandatangani Vera Florida, Lidia M. Panjaitan, dan Pande Made Kusuma Ari A. sebagai Kepala Divisi Bursa Efek Indonesia, jumlah saham tambahan hasil konversi tercatat sebanyak 235.803.109 saham. Dengan demikian, total saham Adira Dinamika yang tercatat di bursa setelah penggabungan meningkat menjadi 1.235.803.109 saham. Nilai nominal saham ditetapkan sebesar Rp100 per saham dengan rasio konversi saham MFIN sebesar 1 : 0,052401.
"Oleh karenanya terhitung sejak tanggal 2 Oktober 2025, efek PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) tidak dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia," dikutip dari pengumuman.
Bursa juga menyatakan bahwa perdagangan saham baru hasil merger akan mulai berlangsung pada 2 Oktober 2025 dengan tetap menggunakan kode saham ADMF.
BEI mengimbau seluruh pemegang saham dan pihak terkait untuk memperhatikan jadwal dan informasi lanjutan terkait aksi korporasi yang berkaitan dengan hasil penggabungan kedua entitas tersebut.
Baca Juga
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, manajemen Adira Finance menilai industri pembiayaan di Indonesia sudah memasuki fase konsolidasi, sehingga aksi korporasi seperti merger menjadi tak terhindarkan.
Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila menyebut dalam catatannya sejak 10 tahun terakhir jumlah multifinance terus menurun. Bahkan, mungkin sudah ada 50 perusahaan yang tutup.
“Semua industri akan mengalami fase konsolidasi, cepat atau lama. Nah, ini akan sudah mulai merambah ke multifinance,” katanya seusai acara “Seremoni Efektif Penggabungan Adira Finance & Mandala Finance” di Kantor Cabang Mandala Finance Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (1/10/2025).
Dia meneruskan, hal itu terjadi lantaran ketimpangan skala usaha di industri multifinance saat ini semakin terlihat. Perusahaan pembiayaan menengah umumnya mengelola portofolio pembiayaan dalam kisaran Rp1 triliun sampai Rp5 triliun.
“Sementara yang gede itu udah Rp50 triliun, Rp100 triliun. Jadi, sedang terjadi konsolidasi di sektor multifinance. Konsolidasi itu artinya apa? Jumlahnya sedikit, muncul pemain gede, yang lemah keluar,” ungkapnya.
Sebab demikian, dia mengatakan langkah merger Adira Finance dan Mandala Finance dilakukan untuk menghadapi tantangan persaingan industri multifinance yang kian kompetitif.
“Nah, dengan ini bisa jadi trigger konsolidasi lagi. Ya, menurut catatan kami, ini mungkin di multifinance merger terbesar. Jadi, ya bersyukurlah kita bisa melangkah lebih awal atau kalau nggak, ditinggal zaman gitu,” tutur dia.
Lebih jauh, Made membeberkan bahwa akhir-akhir ini terlihat mulai banyak yang ingin mendirikan perusahaan pembiayaan, tetapi fokusnya ke
“Penggabungan ini kita maknai bukan sebagai akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru, dengan energi lebih dan dengan komitmen yang lebih kuat untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya dalam acara tersebut.
Sumber : Bisnis.com