Bank Jago (ARTO) Jajaki Produk Investasi Emas, Bagaimana Bank Digital Lainnya?
Direktur
“Terkait [kecenderungan] investor [investasi di ] emas, kami melihat itu memengaruhi deposito kami. Tapi kami juga melihat investasi ini merupakan produk yang sedang kami cermati untuk ditawarkan ke nasabah kemudian hari,” jelas Supranoto dalam Public Expose Live, Kamis (11/9/2025).
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) Rustarti Suri Pertiwi melihat bahwa
Manajemen mencatat, saat ini posisi deposito serta simpanan masyarakat di Bank Raya masih cukup terjaga, tecermin dari berbagai rasio likuiditas yang tercatat baik, seperti rasio LDR sebesar 86,74%, rasio RIM sebesar 92,67% serta rasio NSFR dan LCR yang masing-masing sebesar 313,41% dan 154,08%.
“Saat ini, sebagai bank digital, Bank Raya fokus pada pengembangan produk Digital Saving, di mana posisi Juni 2025 tercatat tumbuh 66% YoY mencapai Rp1,5 triliun,” jelas Tiwi kepada
Kendati begitu,
Tiwi mengatakan, saat ini Raya Apps telah memiliki fitur investasi berupa pilihan DPLK yang kedepannya akan terus dilengkapi dengan berbagai fitur investasi lainnya, termasuk investasi emas.
“Termasuk investasi emas, terutama dengan mengoptimalkan sinergi dengan anggota BRI Group, yaitu Pegadaian,” ungkapnya.
Berbeda dengan Bank Jago dan Bank Raya, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) atau Allo Bank belum berencana untuk menjadikan investasi
Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli mengatakan, manajemen mengamati adanya kecenderungan masyarakat memanfaatkan investasi emas, sebagai investasi yang dianggap paling aman, di kala ketidakpastian ekonomi.
Kendati begitu, saat ini bank tidak melihat adanya perpindahan yang massif dari dana di bank ke investasi emas. Mengingat investasi emas, walaupun dianggap paling aman, tetapi memiliki risiko yang berbeda seperti penyimpannya, adanya nilai yang berbeda antara nilai jual dan beli, dan juga kemudahan dalam mencairkan investasi emas di saat adanya kebutuhan yang mendesak.
“Sampai saat ini Allo Bank belum ada rencana untuk menjadikan investasi emas sebagai produk yang bakal ditawarkan ke nasabah di masa mendatang,” ujar Ganda kepada
Senada dengan Allo Bank, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) Anton Hermawan mengatakan bahwa perseroan belum berencana melakukan diversifikasi dengan menghadirkan produk investasi emas.
“Ke depannya Krom Bank akan selalu meninjau terkait inovasi produk guna menunjang pertumbuhan perusahaan,” kata Anton kepada
Secara garis besar, kata Anton, strategi
Sumber : Bisnis.com