Akhirnya! Sektor Manufaktur Pulih di 2021. Ini Buktinya

February 07, 2022 | IARFC Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menilai bahwa sektor-sektor ekonomi yang paling terdampak oleh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal IV/2021. Hal tersebut menopang capaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menjelaskan bahwa salah satu sektor yang paling terpengaruh oleh PPKM adalah manufaktur, karena aktivitas para pekerja bergantung kepada kondisi penyebaran Covid-19 di daerah terkait, lalu distribusi barang atau ekspor produk berkaitan dengan kondisi di tempat lainnya. Meredanya penyebaran virus pada kuartal IV/2022 turut memengaruhi performa manufaktur.

Sektor manufaktur, yang merupakan kontributor terbesar terhadap PDB, mencatatkan pertumbuhan 4,92 persen pada kuartal IV/2021. Kinerjanya tumbuh dari pertumbuhan 3,68 persen pada kuartal III/2021.

"Pertumbuhan itu seiring dengan peningkatan kegiatan investasi. Pada 2021 full year, pertumbuhannya [sektor manufaktur] mencapai 3,39 persen, berkontribusi 0,7 persen terhadap pertumbuhan PDB 2021," ujar Faisal pada Senin (7/2/2022).

Selain itu, sektor lainnya yang sangat bergantung kepada tingkat mobilitas masyarakat adalah transportasi dan penyimpanan, juga mencatatkan pertumbuhan kinerja. Pada kuartal IV/2021, pertumbuhan sektor itu mencapai 7,93 persen, berbalik menjadi lebih baik dari kuartal III/2021 dengan pertumbuhan –0,72 persen.

Sektor akomodasi dan layanan makanan juga mencatatkan pemulihan, yakni pada kuartal IV/2021 tumbuh 4,95 persen, berbalik dari posisi kuartal III/2021 yakni –0,14 persen. Kedua sektor tersebut dapat tumbuh karena pelonggaran PPKM memungkinkan masyarakat meningkatkan mobilitas dan konsumsi.

Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2021 hingga 5,02 persen, sehingga kinerja 2021 full year menjadai 3,69 persen. Menurut Faisal, catatan kinerja 2021 full year itu persis dengan proyeksi Bank Mandiri (BMRI) yakni 3,69 persen.

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini