Ada Larangan Ekspor Batu Bara, Kinerja Ekspor Januari 2022 Tertekan
Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan mencatatkan surplus sebesar US$300 juta pada Januari 2022.
Kinerja ekspor diperkirakan tumbuh sebesar 35,01 persen secara tahunan dan impor diperkirakan tumbuh 52,66 persen secara tahunan.
Josua menyampaikan, secara musiman, baik ekspor maupun impor akan mengalami penurunan secara bulanan pada Januari 2022.
Di samping itu, kinerja ekspor juga terdampak kebijakan pemerintah yang menerapkan larangan ekspor batu bara untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
“Di tahun 2021, ekspor batu bara mencakup kurang lebih 15 persen dari total ekspor, sehingga diperkirakan larangan ini berdampak signifikan pada kinerja ekspor Indonesia,” kata Josua kepada Bisnis, Senin (14/2/2022).
Selain itu, Josua mengatakan bahwa ekspor Indonesia juga dipengaruhi oleh PMI Manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia, seperti China, Amerika Serikat, dan India yang mengalami penurunan pada Januari 2022.
“Bahkan, PMI Manufaktur China turun hingga mencapai 49,1, sehingga diperkirakan permintaan terhadap komoditas ekspor Indonesia dari China juga melambat,” jelas Josua.
Sementara itu, dari sisi impor, Josua memperkirakan impor migas meningkat didorong oleh kenaikan harga minyak global sebesar 15,17 persen.
“Peningkatan aktivitas manufaktur serta permintaan konsumen juga ikut berperan dalam menahan penurunan impor di bulan Januari 2022,” kata dia.
Sumber : Bisnis.com