Bank Panin (PNBN) Raih Laba Bersih Rp2,53 Triliun pada 2023

February 25, 2024
IARFC Indonesia
Artikel ini ditulis oleh perencana keuangan, IARFC Indonesia tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel.

Dari sisi intermediasi, PNBN mencatatkan penyaluran kredit Rp148,49 triliun sepanjang 2023, tumbuh 8,4% yoy. Aset pun naik 4,5% yoy menjadi Rp222,01 triliun. 

Dikutip dari laporan keuangan, Minggu, (25/2/2024), pertumbuhan kredit diimbangi dengan penjagaan kualitas aset. Tercatat, rasio kredit bermasalah (

Adapun, dari sisi pendanaan, Bank Panin telah meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp145,22 triliun, naik 2,38% yoy. Sementara, dana murah (

Meskipun demikian, besaran laba ini mengalami tekanan seiring pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mengalami penurunan 7,49% yoy menjadi Rp9,26 triliun pada 2023. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) juga susut 60 basis poin (bps) menjadi 4,93% pada 2023, dibandingkan tahun sebelumnya di level 5,53%.

Dampaknya PNBN tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) bergeser dari 1,91% pada 2022 menjadi 1,57% pada 2023. Lalu, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) susut dari 6,89% pada 2022 menjadi 5,42% pada 2023.

Baca Juga

Sedangkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) PNBN berada pada level 78,18% pada 2023. 

Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) juga juga naik 363 bps menjadi 45,26% pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di

Sumber : Bisnis.com

Hubungi Kami

Pesan alert di sini