Financial Check Up Menjelang Masa Pensiun
May 13, 2017 | Admin IARFC

Financial check up menjelang masa pensiun perlu dilakukan untuk melihat kondisi terakhir keuangan keluarga sebelum memasuki masa pensiun. Hasil financial check up memberikan gambaran kondisi keuangan tertentu menjelang pensiun yang akan membantu dalam menata ulang tujuan-tujuan keuangan keluarga yang selama ini belum tercapai.

Apa itu Financial Check Up?
Financial check up adalah diagnosis terhadap keuangan yang bertujuan untuk melihat kondisi keuangan pada waktu tertentu. Dari hasil financial check up, kita dapat melihat baik buruknya kondisi keuangan. Dengan demikian kita akan lebih mudah melakukan perbaikan kondisi keuangan sebelum melanjutkan untuk menata kembali tujuan- tujuan keuangan yang belum tercapai. Berikut adalah cara melakukan financial check up

  1. Mendata Penghasilan
    Ambil contoh, Anda sebagai pengusaha katering dengan penghasilan rata-rata perbulan sebesar Rp20.000.000, sedangkan istri Anda adalah karyawan pada sebuah perusahaan dengan gaji perbulan Rp10.000.000 maka total penghasilan bersih dari gaji keduanya sebesar Rp30.000.000.
  2. Menghitung Alur Kas/Cash flow
    Berdasarkan total penghasilan suami istri saat ini sebesar Rp30.000.000, pengeluaran Rp15.000.000, dan kelebihan dana sebesar Rp15.000.000/bulan
  3. Mengenal Toleransi Terhadap Risiko
    Toleransi terhadap risiko Anda dalam mengambil keputusan. Ada tiga jenis toleransi terhadap risiko yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Misalkan saja toleransi terhadap risiko Anda cukup tinggi namun demikian untuk investasi tetap dengan pertimbangan yang matang untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan
  4. Mendata Aset dan Utang
    Pada tahap ini Anda bisa melakukan pendataan aset yang terdiri dari aset lancar dan tidak lancar. Dari data aset ini maka Anda akan mendapakan gambaran total kekayaan saat ini. Berikutnya untuk mendapatkan gambaran kekayaan bersih maka Anda harus mengurangkan total kekayaan dengan total utang Anda. Mudah bukan?
  5. Rasio Keuangan untuk Menilai Kondisi Keuangan
    - Rasio aset lancar dibanding dengan total kekayaan bersih
    Adalah rasio yang menunjukkan bagian dari total kekayaan bersih yang berbentuk cash atau tunai atau setara dengan tunai. Minimum rasio aset lancar berbanding dengan total kekayaan bersih yang ideal adalah 15%
    - Rasio aset investasi dibanding dengan seluruh aset yang dimiliki
    Rasio ini dipakai untuk melihat sebesar apa aset investasi dibandingkan dengan seluruh aset yang dimiliki. Semakin besar angkanya, semakin baik kondisi keuangan. Angka patokan minimumnya adalah 50%.
    - Rasio utang dibanding dengan total kekayaan
    Rasio keuangan ini menunjukkan kemampuan dalam membayar kewajiban/utangnya. Semakin kecil persentase, semakin baik rasio tersebut. Batas maksimum rasio utang adalah 50%.
    - Rasio cicilan utang dibanding dengan penghasilan bulanan
    Rasio ini dipakai untuk melihat perbandingan cicilan utang dengan penghasilan bulanan. Semakin besar angkanya semakin buruk kondisi keuangannya. Maksimal angka untuk rasio ini adalah 35% penghasilan bulanan.
    - Rasio dana darurat
    Rasio dana darurat dipakai untuk melihat kesiapan keuangan saat kondisi darurat. Semakin besar angkanya, semakin siap keuangannya. Angka minimalnya 6x kebutuhan bulanan. Namun beberapa perencana keuangan menyarankan hingga 12x kebutuhan bulanan.
    - Rasio menabung
    Rasio ini digunakan untuk melihat kebiasaan menabung dibandingkan penghasilan bulanan. Semakin besar angkanya, semakin baik. Angka patokan minimal 10%.
    - Disposable income
    Rasio disposible income=Saldo akhir bulan/penghasilan bulanan.

Selamat melakukan financial check up dan menata kembali tujuan keuangan Anda menjelang pensiun.

IARFC Indonesia